Pencak Silat Maruyung

Padepokan Pencak Silat Maruyung

Sejarah Maruyung

Maruyung Adalah nama sebuah Padepokan Silat yang berada di Kab. Banyumas. Dimana pertama rintisannya berdiri di Watumas Kelurahan Purwanegara Kec Purwokerto Utara Kab Banyumas oleh Cucu dari Syaikh Abdullah Sayuti Pesantren El Muslim Desa Pesahangan Kec Cimanggu Kab. Cilacap. Dahulu Padepokan ini konon terbentuk dengan tujuan :
  1. ·       Menyatukan pemuda – pemuda pemudi masyarakat sekitar yang sudah saling terpecah – pecah
  2. ·       Mengumpulkan pemuda – pemudi yang saling bermusuhan dengan memberi pelatihan beladiri guna menarik minat berlatih
  3. ·       Memberi masukan sedikit – demi sedikit tentang wawasan religius keislaman secara terus menerus di saat latihan bela diri
  4. ·       Menuntun menjadikan seseorang untuk mendekatkan diri dengan Yang Kuasa Alloh SWT
  5. ·       Membekali pemuda pemudinya untuk membela diri bila sewaktu waktu diperlukan.

Syaik Abdullah Sayuti - Pembimbing Spiritual KH Achmad Mukto (Cucunya)

Syaik Abdullah Sayuti dikenal mempunyai banyak karomah, beliau pengasuh pesantren yang sangat disegani di lingkungannya. 

Pendiri Padepokan

Dahulu kala ada seorang ulama yang pengembara yang giat mensyiarkan agama islam dari daerah satu ke daerah lainnya, beliau terus mengadakan perjalanan. Syaik Abdullah Sayuti namanya.  dimana setelah beliau sampai di Desa Pesahangan, Kec Cimanggu Kab Cilacap beliau menetap guna mensyiarkan agama islam yang dibawanya lebih kuat lagi. Ada informasi yang menyampaikan bahwa Syeh Abdullah Sayuti merupakan cucu dari Mbah Soleh yang notabene temen seperjuangan Pangeran Diponegoro.

Beliau membuka madrasah guna pembelajaran yang lebih efektif, namun pada realitanya hanya sebagian warga saja yang mau dan berkenan mengunjungi madrasah guna mengaji ilmu agama.

Untuk menangani hal tersebut inilah akhirnya beliau mengatur cara untuk dapat menarik warga sekitar untuk mau bergabung dan mau belajar tentang keagamaan. Cara yang digunakan beliau adalah dengan mengadakan latihan beladiri sambil disisipi tauziyah keagamaan.sehingga berangsur angsur cara ini efektif dan berkembang menyesuaikan keadaan.

KH Achmad Mukto (Pendiri Maruyung)

Syaik Abdullah Sayuti sangat berperan penting dalam mengajarkan beladiri di Pesahangan Kec Cimanggu Kab Cilacap. Oleh Cucunya yaitu KH Achmad Mukto beladiri ini dinamakan dan diresmikan dengan Pencak Silat Maruyung dengan struktur Pendiri KH Achmad Mukto di Watumas dan Syaik Abdullah Sayuti (kakeknya) sebagai pembimbing spiritualnya yaitu tanggal 15 Januari 1967 di Watumas Purwanegara. Sedangkan Syaik Abdullah sayuti mengembangkan Pesantren El Muslim mensyiarkan agama islam sampai akhir hayatnya. Syeh Abdullah Sayuti akhirnya dimakamkan di Desa Pesahangan di tepi sungai di dekat bukit Maruyung.

Dalam perkembangannya perkumpulan silat ini terus berkembang ke berbagai penjuru, sampai puluhan tahun lamanya dan terbentuklah pergantian pimpinan  sehingga mengalami perubahan sesuai perkembangan zaman.


Perkembangan Padepokan

Padepokan Silat Maruyung telah mendapatkan ijin dari IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Dalam perkembangannya beladiri silat ini menyebar ke pelosak tanah air. Dibawah pimpinan  keturunan dari Syaik Abdullah Sayuti yang bernama KH Achmad Mukto inilah Maruyung sampai tingkat Nasional dizamannya. Padepokan ini terus maju dan kuat dalam organisasi Padepokan Pencak Silat Maruyung.

Padepokan ini termasuk Salah satu Padepokan Tertua di Kab. Banyumas dan merupakan perguruan Silat Perintis adanya IPSI di Kab Banyumas. Namanya sudah diakui dan dikenal di khalayak ramai. Pada tahun 1980-an Padepokan Maruyung mengalami puncak kejayaannya sehingga terkenal sebagai padepokan yang kuat. Angkatan pada tahun inilah banyak mencetak pendekar – pendekar handal yang berhasil, dan mereka kebanyakan merantau ke pelosok negeri sehingga menyebarkan dan mendirikan cabang – cabang Padepokan Pencak Silat Maruyung. Baik merantau di pulau jawa maupun diluar pulau jawa, seperti Maruyung Bogor, Maruyung Sumatra, Maruyung Irian, Maruyung Kalimantan, Maruyung Batam dan masih banyak lagi cabang – cabang Pencak Silat Maruyung lainnya.
Muh Cipto Waluyo (merah) dan Arif Rofiudin (biru, Penerus Silat Maruyung)

Pada perkembangan berikutnya setelah KH Achmad Mukto kembali ke Rahmatulloh tahun 2006, dimakamkan di Pemakaman Umum daerah Watumas, Purwokerto kemudian pucuk pimpinan Padepokan Maruyung digantikan oleh Menantu KH Akhmad Mukto yang berasal dari Kecamatan Ajibarang, beliau bernama Arif Rofiudin. Di tangan beliaulah sekarang Padepokan Pencak Silat Maruyung dipimpin.
Pencak Silat Maruyung terus mengikuti sesuai perubahan zaman yang ada, dalam kelanjutannya mulai tahun 2015 putra KH Achmad Mukto meneruskan kepemimpinan Silat Maruyung, beliau bernama Gus Nur Akhyadi yang dengan metodenya mampu membawa Maruyung "Go Nasional" Kembali, serta religius keislaman yang kuat bagi para anggotanya.


Gus Nur Akhyadi (Pimpinan Pusat Maruyung) & Muh Cipto Waluyo

semakin berjalan membuat semua anggota Maruyung semakin lebih baik lagi, dengan pola yang baru oleh Pimpinan Pusat Maruyung Gus Nur Akhyadi membuat semua anggota keluarga besar Maruyung agar Choeru fiidunya wal akhiroh, Beliau menyampaikan bahwa pendidikan olahraga Silat Maruyung sebagai washilah mendekatkan diri seorang anggota Maruyung kepada Alloh SWT. karna derajat manusia dihadapan Alloh dilihat dari sisi ketakwaannya, bukan yang lain.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya:

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Qs Al Hujurat : 13)


Makna dari Padepokan Pencak Silat Maruyung

Banyak yang bertanya tentang makna apa yang terkandung di dalamnya, sebenarnya Maruyung adalah nama simbolis yang berguna untuk penggambaran kehidupan diri kita dalam kehidupan kemasyarakatan bila kita bergabung di Padepokan ini. 
logo yang berlaku ada dua jenis, yaitu 1 dengan logo bundar menunjukan bahwa Maruyung memasuki semua lini kehidupan, dan Segi 5 bermakna lima sila dan rukun islam yang lima. Disini akan saya jabarkan makna Padepokan Pencak Silat Maruyung antara lain sebagai berikut : 

Logo Silat Maruyung


Makna Maruyung
  1. Ma                         : Ma’rifatulloh {mendekatkan diri kepada Alloh SWT}
  2. Ruyung                 : Simbol keteguhan berpijak / Pohon Ruyung. Artinya : Jika sudah waktunya dari akar sampai ujung pohon berguna semua ini berarti jika kita mengamalkan dengan baik maka kita akan dapat berguna di semua masyarakat dalam hal kebaikan tentunya
 Makna Simbol dalam Logo Maruyung

  1. Ibu Jari dan Jari Telunjuk            :        Dua kalimat Syahadat, Syahadat Tauhid dan Rosul “Assaduallailaha ilalloh, waashadu anna muhammadar rusululloh”
  2. Tiga Jari lainnya kedalam : Bahwa sebagai anggota Maruyung sebaiknya mempunyai ISlam, Iman dan Iksan agar selamat dunia dan akhirat sesuai khadist Rosululloh SAW
  3. Bintang segi lima  : Berdasarkan azaz Pancasila dan rukun islam yang lima sehingga sudut logo silat Maruyung 5 sisi juga.
  4. Rantai                    : Menggambarkan bahwa sesama anggota adalah saudara sehingga saling penjaga persatuan dan kesatuan
  5. Warna Merah       : Selalu berani bertindak dan berbuat karena benar
  6. Warna Biru           : Melambangkan bahwa anggota Pencak Silat Maruyung sangat mencintai perdamaian
  7. Warna Putih         : Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan
  8. Warna Kuning      : Simbol hati – hati, bahwa selalu bertindak dengan perhitungan yang benar, sehingga musuh tidak dicari tapi musuh datang pantang berlari.


Perkembangan MARUYUNG

Padepokan Maruyung terus maju dan berkembang. Hampir di setiap pelosok ada cabang – cabang Padepokan Pencak Silat Maruyung. Apalagi di Kab. Banyumas. Hampir semua desa ada Cabang Maruyung. Boleh dibilang bahwa padepokan maruyung berjalan secara merakyat, mengenai semua lapisan masyarakat. dengan tidak mengutamakan latihan fisik silat saja tapi juga olah bathin keagamaan lewat ngaji dan sebagainya. hal inilah yang semakin kesini kolat Silat Maruyung yang ada / terbentuk terdapat majelis taklim keagamaanya, seperti :
  1. Pusat Maruyung - Majelis Taklim Ad Dzikro Gus Nur Akhyadi
  2. Majelis Taklim Ar Rahmat Pandansari - Bpk Arif Rafiudin
  3. Majelis Taklim Pekuncen - Ust Sulhan
  4. Ponpes Al Muhajirin - Muh Cipto Waluyo, S.AP S,Pd
  5. Ponpes Al Hidayah - dilatih oleh Ust Fiqri Alvian
  6. Dan masih banyak lagi lainnya
Padepokan Pencak Silat Maruyung terus mengadakan regenerasi, memasuki instansi formal dan informal, seperti sekolah – sekolah maupun organisasi masyarakat yang ada. dari kegiatan ini munculah banyak para pelatih pelatrih yang mumpuni dibidangnya.

Di banyak tempat serta sekolah – sekolah yang bekerja sama dengan Pencak Silat Maruyung banyak menumbuhkan visi yang baik yaitu :
·       Unggul dalam prestasi
·       Prima dalam raga
·       Iman kepada Tuhan Yang Maha Esa
·       Santun dalam perilaku
Sekolah yang menjalin kerja sama antara lain
  1. MA Ma'arif NU 1 Cilongok di bawah binaan Muh Cipto Waluyo
  2. SMK Al Kautsar Purwokerto di latih Fikri binaan langsung Ky Nur Akhyadi
  3. SMK Ma’arif Nu Ajibarang di bawah binaan langsung Arif Rofiudin
  4. SMK Ma’arif Nu Ajibarang di bawah binaan langsung Arif Rofiudin
  5. SMA Diponegoro Ajibarang
  6. SMP Satu Atap Biroyatul Mubtadiin Purwojati di Kalitapen 
  7. SMP PGRI 1 Cilongok di bawah binaan Muh Cipto Waluyo
  8. SMP Ma'arif NU 1 Cilongok di latih Nur Aziz di bawah binaan Muh Cipto Waluyo 
  9. SMP Ma'had Darussa'adah Cilongok dilatih Choirul Anam binaan Muh Cipto Waluyo   
  10. MTs Ma'arif NU 1 Cilongok dilatih oleh Fajar Romadon binaan Muh Cipto Waluyo 
  11. MTs Ma'arif NU 1 Ajibarang di bawah binaan langsung Arif Rofiudin
  12. MTs Ma'arif NU 1 Purwojati
  13. MTs Al Ittihaj Purwokerto Barat dilatih Danto Sudantoko binaan Muh Cipto Waluyo  
  14. SMP PGRI 1 Ajibarang di bawah binaan Arif Rofiudin
  15. SMP PGRI 2 Ajibarang di bawah binaan Muh Cipto Waluyo
  16. SD N 1 Karang Tengah dilatih Kang Toni
  17. MI Ma'arif NU 1 Pageraji dilatih oleh Danto Sudantoko
  18. MI Ma'arif NU 1 Cilongok
  19. MI Ma'arif NU 1 Jipang
  20. MI Ma'arif NU 1 Sudimara
  21. MI Ma'arif NU 1 Cipete
  22. MI Ma'arif NU 1 Kalisari
  23. MI Ma'arif NU 1 Jingkang
  24. MI Ma'arif NU 1 Sokawera 
  25. Ponpes Al Hidayah Purwokerto Utara di latih Fikri AlVian binaan langsung Ky Nur Akhyadi
  26. Ponpes Al Muhajirin Desa Jingkang Kec Ajibarang di bawah binaan Muh Cipto Waluyo
  27. Ponpes Al Munawir Ajibarang
  28. Ponpes Darussa'adah Gununglurah dilatih Choirul Anam
  29. Ponpes Al Masda Rancamaya dilatih Ust Ahmad Afsohi
  30. Ponpes Nurus shomad Cipete dilatih Gus Khafid Mubarok
  31. Beberapa SMP dan MTs serta SMK di Purbalingga 
  32. Dan masih banyak lagi yang lainnya
karena Silat Maruyung adalah pencak silat yang bernafaskan Keislaman NU maka Silat Maruyung bergabung dengan Pencak Silatnya NU yaitu SILAT PAGAR NUSA, dimana Silat Pagar Nusa didirikan tahun 1989 pada muhtamar ke 28 oleh KH. Agus Maksum Al Jauhari, seorang tokoh ulama NU tangguh dalam agama dan beladiri.

Resminya pada tanggal 29-31 Juli 2016 Pengurus Besar Silat Maruyung mengikuti TOT Diklat Silat NU PAGAR NUSA tingkat Propinsi Jawa Tengah di Ponpes AL FALAH Tinggar Jaya Kec Jatilawang yaitu :
  1. Arif Rafiudin, S.Pd.I
  2. Cipto Waluyo, S.AP S.Pd
  3. Sukirto
  4. Reno Nugroho El Muiz, S.Pd
dengan demikian Silat Maruyung yang notabene jauh lebih tua berdirinya BERGABUNG dengan induk Silat NU yang lebih muda berdirinya. namun demi semangat NU untuk terus jaya, NKRI yang diperjuangkan sampai mati, dan Silat NU PAGAR NUSA yang bersemboyan Laa Ghaaliba Illa Billah, maka bersama bergabung didalam Silat NU PAGAR NUSA.

Manfaat menjadi Anggota di Padepokan Silat Maruyung

Banyak manfaat yang didapat dengan melibatkan diri sebagai anggota Padepokan Pencak Silat Maruyung, Antara lain yaitu :
1.     Kita dapat menyalurkan hobi dan bakat serta prestasi olah raga.
Karena dengan ini juga kita dapat menyalurkan bakat olah raga kita, mengukir potensi dan menggali prestasi dengan mengikuti berbagai perlombaan yang setiap saat diadakan baik dalam perguruan itu sendiri maupun, tingkat sekolah maupun dalam tingkat organisasi yang ada.
2.     Kita dapat menjaga kesehatan jasmani dan menggembleng rohani.
Dengan belajar ekstra keras baik jasmani maupun rohani dengan sendirinya akan menanamkan rasa disiplin diri sendiri dan dapat pula menata kerohanian.
3.     Dengan beladiri kita akan dapat menjaga diri dan membela diri bila sewaktu – waktu diperlukan.
Beladiri adalah salah satu alat perlindungan dari berbagai ancaman bila sewaktu – waktu diperlukan sesuai dengan keadaan.
4.     Dengan beladiri kita dapat mengenali diri kita sendiri secara mendalam.
Beladiri akan lebih memahami karakter seseorang secara khusus tentang apa – apa yangdialami dan dirasakan oleh seseorang.
5.     Dengan beladiri Pencak Silat Maruyung kita semakin mendekatkan diri dengan Sang Pencipta Alloh Azza Wazalla.
Di Padepokan Maruyung diajarkan bagaimana untuk berusaha mendalami ilmu agama, mendekatkan diri dengan Sang Pencipta ( Alloh SWT )
6.     Dengan beladiri Maruyung kita dapat mempelajari TENAGA DALAM guna keperluan pengobatan kesehatan.
Tenaga Dalam adalah ilmu yang wajib dikuasai semua anggota yang telah memenuhi sarat pembelajaran sesuai dengan faknya.
7.     Dengan belajar beladiri Silat Maruyung kita dapat membangun rasa percaya diri dan sportifitas yang tinggi.
PS. Maruyung membangun rasa semangat dan percaya diri yang kuat, sehingga mau dan mampu bersaing secara sportif dalam olahraga maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.


Lain – lain

Banyak hal tentunya yang masih belum dapat saya sampaikan, karena semuanya baru sebatas pengetahuan umum. Untuk perkembangan kedepan di butuhkan peran serta para anggota Pencak Silat Maruyung yang masih aktif maupun yang tidak aktif serta simpatisan. 















Trimakasih

Postingan terkait:

1 Tanggapan untuk "Pencak Silat Maruyung"

  1. dimana Silat Pagar Nusa didirikan tahun 1989 pada muhtamar ke 28 oleh KH. Agus Maksum Al Jauhari, seorang tokoh ulama NU tangguh dalam agama dan beladiri.
    Maaf pak kesalahan pada tahun berdiri apa yah kalo gak salah kan 1986 bkn 1989 .
    Terima kasih

    BalasHapus